Mengapa
Allah mempertemukan "kita"?
Kisah ini terjadi 1 tahun yang lalu.
Sebagai bendahara di acara IKRAMA PEDULI tentunya saya punya tanggung jawab
tentang keuangan apa amanat sudah sampai ke anaknya apa belum. Setelah acara
selesai biasanya ada sisa ,mungkin lebih tepatnya lebih ya.. padahal semuanya
sudah diperhitungkan .Kadang saya suka bingung mau kemana menyalurkan kelebihan
ini.Akhirnya mama ngajak saya mencari anak yatim yang belum masuk daftar
sebagai peserta santunan.
Waktu hari Minggu ,lupa tanggal berapa
kita jalan kaki tanpa arah,mirip banget ama bolang ,hehe.Setelah jalan
,akhirnya kita nyampe di sebuah perkampungan ,yang pertama kita lakuin ya nyari
Pak RTnya.Jujur kita ga pernah kesitu apalagi ketemu ama warga
situ.Pertanyaannya ko bisa ya kita nyampe situ?wallhualam deh .Pak RT
ngasih beberapa data anak yatim.
Kita keliling ke rumah- rumah.Tanya
sana tanya sini kita sampe di satu rumah ,rumahnya tampak sederhana ,ternyata
di dalamnya ada seorang ibu,ketika kami datang dan menjelaskan maksud
kedatangan kami ,dia tampak senang.Dia bercerita anaknya yang masih sekolah
tinggal 1 ,kakak-kakaknya tidak sekolah sampai SMA,dia juga bercerita kalau dia
adalah seorang ibu rumah tangga banget.Ko pake banget,ya iya dia ga pernah
kemana-mana ,kalau mau sesuatu atau butuh sesuatu ya dilayanin sama suaminya ,,
mungkin kalo cerita sekarang kaya Pak Habibie ya yang sayang banget sama
istrinya.Semenjak suaminya meninggal ya perekonomian yang tadinya seperti
roda yang bisa berputar jadi terhenti,kalau pun berjalan tidak semulus
dulu.Hanya 1 anak laki2nya yang membantu sebisanya.Setelah berbincang-bincang
kami memutuskan untuk berpamitan untuk pulang.Entah kenapa setelah pulang dari
situ dan beberapa hari setelah itu bayangan ibu itu masih saja berada dalam
benak saya,padahal saya belum pernah mengenalnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar